Skip to main content

Bupati Lobar Dukung Langkah Kejari


Bupati Lobar H Zaini Arony

Pembangunan Jembatan Cemare Di Lembar

MATARAM-Bupati Lombok Barat (Lobar) H Zaini Arony memberikan dukungan kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Mataram untuk membongkar dugaan korupsi Pembangunan Jembatan Cemare di Lembar. ”Apa yang dilakukan oleh kejaksaan kami dorong dan sangat mendukungnya,” kata Zaini di Mataram, Sabtu lalu (21/6).
Dorongan itu digaungkan Bupati untuk mengetahui bentuk penyimpangan dalam pengerjaan proyek senilai Rp 4.498.770.000. Menurut  Zaini, dari segi prosedural seluruh proses pelaksanaan sudah diaksanakan secara aturan main. Bahkan pengerjaan sendiri telah rampung dan sudah dinikmati oleh masyarakat. ”Apabila masih dianggap tidak sesuai spek silakan kejaksaan mengusut dan mengkajinya,” tegas Zaini.
Dikatakan, kejaksaan nantinya akan mendalami seberapa jauh dan dimana letak dugaan penyimpangan. Karena, esensi dari proses penyelidikan ini untuk mengetahui bentuk pengerjaan yang dianggap tidak sesuai dengan gambar maupun spek.”Apakah ada penyimpangan atau tidak, nanti kejaksaan yang tangani. Kami serahkan sepenuhnya kepada kejaksaan,” ujar dia.
Kendati demikian, sambung Zaini, selaku bupati dirinya mendukung langkah hukum tersebut. Supaya kedepannya tidak ada lagi pengerjaan proyek bermasalah.”Langkah kejaksaan saya dukung. Agar tidak terjadi lagi pada masa akan datang,” tandas dia.
Diketahui, anggaran proyek jembatan cemare itu digelontorkan dari kantong APBN senilai Rp. 4.498.770.000. Dana itu terbagi dalam komponen pekerjaan seperti pembangunan Jembatan Rp 2,066 Miliar, jalan paving block Rp 1,152 Miliar, gerbang dan portal Rp 6,75 Juta, pos jaga Rp 15,9 Juta, perbaikan area jembatan 904 Juta.
Sementara, pengerjaan jembatan itu dimenangkan PT KJU yang beralamat di Jalan Kecubung, Mataram. Itu sesuai dengan nomor kontrak. 027/063/05,b/PPK/RRT/tender/BPBD,-b:2012. (tim)

Popular posts from this blog

KAROMBO NIPO, GUA BERSEJARAH YANG TAK TERURUS

Bima . Daerah paling timur Nusa Tenggara Barat. Punya segudang kenangan pada masa penjajahan. Kenangan yang belum bisa dilupakan. Masih terngiang diingatan para pejuang. Salah satunya penjajahan Jepang, atau yang kerap dikenal dengan sebut Nipo (dalam Bahasa Bima). Jepang kali pertama menyandarkan kapal dan masuk Bima 1942. Itu menurut para veteran. Tanggalnya mereka lupa. Yang jelas, tahunnya masih ingat. Romantika-romantika perlawanan juga masih membekas. Dan sulit dilupakan. Bekas-bekas perjuangan mereka belum hilang. Semangat mereka masih terjaga. Sampai sekarang. Dan tidak akan pernah pudar. Karombo Nipo, bukti perjuangan sekaligus bukti betapa kuatnya tangan-tangan pejuang terdahulu. Orang Bima biasa menyebut gua-gua dan bunker. Itu digali pada masa pendudukan Jepang. Karombo Nipo di Bima cukup banyak. Bahkan, hampir setiap wilayah ada Karombo Nipo. Jumlah sekitar ratusan. Ya, ratusan gua. Konon, Karombo Nipo itu sengaja digali. Atas perintah pasukan Jepang. Sebagai l...

Ssst…Jaksa Periksa Mantan Kadis Dikpora Bima

ilustrasi   MATARAM- Penanganan dugaan korupsi di SMAN 1 Bolo, Kabupaten Bima berlanjut. Setelah meminta keterangan guru dan mantan kepala sekolah, giliran mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Bima A. Zubair yang dipanggil Kejati NTB, Senin (10/4). Dia dimintai keterangan seputar pembangunan laboratorium kimia dan Komputer di SMAN 1 Bolo. Karena saat proyek tersebut bergulir, Zubair menjabat sebagai Kadis Dikpora. Mantan Kepala Bakesbanglinmaspol Kabupaten Bima itu datang dengan mengenakan baju batik bercorak dipadu celana kain hitam. Dia menjalani pemeriksaan hingga pukul 12.30 Wita. Usai pemeriksaan, Zubair tidak banyak mengomentari perihal pemeriksaan. Dia hanya membenarkan dirinya dipanggil kejaksaan. ’’Penuhi panggil jaksa saja,’’ ujarnya singkat di Kejati NTB. Diketahui, pembangunan laboratorium tersebut berasal dari kantong APBN 2012. Hanya saja, dalam pembangunan itu ada indikasi yang mengarah pada korupsi. Kini, laporan tersebut te...

Polda Ditantang Selidiki Proyek Dam Sape Rp 6 Miliar