Skip to main content

Putri Wali Kota Bima Tepergok Berduaan Bersama Oknum Polisi

 SI Adalah Oknum Dewan Kota Bima dari Partai Demokrat


ilustrasi
BIMA-Sungguh memalukan. Putri Wali Kota Bima HM Qurais berinisial IS terpergok sedang berduaan dengan oknum polisi brigadir EW, yang sudah beristri sekitar pukul 11.00 Wita, Minggu (9/4). Kejadian itu bersamaan dengan acara HUT Kota Bima yang ke 15.
Keduanya dipergoki istri oknum polisi, Fita. Ceritanya, saat itu Fita mencari suaminya yang belum pulang.  Dia pun menyisir keberadaan suaminya dengan mencari di rumah mertuanya, juga di Dinas Dikpora Kota Bima. Sebab, suaminya beralasan tidak pulang ke rumah lantaran mengawal pendistribusian soal ujian Dikpora.
Fita yang khawatir suaminya belum pulang mencoba menghubungi via handphone. Namun nomor ponsel yang biasa digunakan sang suami tidak aktif. Dia dibuat tak tenang karena suaminya menghilang tanpa kabar. Fita pun berinisiatif mencari bersama anak perempuannya di perumahan Sonco Tengge menggunakan sepeda motor.  Nah, disitulah awal mula terbongkarnya keberadaan suaminya dengan SI, yang juga oknum anggota dewan dari Partai Demokrat Kota Bima.
Berdasarkan penuturan Sus, adik kandung Fita,  saat itu kakaknya melintas di perumahan tersebut. Ketika melewati kediamanan putri wali kota itu, anaknya melihat motor ayahnya terparkir di rumah tersebut. Curiga, Fita pun menyambangi rumah tersebut untuk memastikan motor tersebut milik suaminya. Tidak salah lagi, motor itu memang benar milik suaminya. Mengetahui suaminya berada di rumah tersebut, hatinya bak disambar petir. Akhirnya, dia melaporkan kepada mertua dan memintanya datang ke rumah tersebut.’’Anaknya mengenali motor bapaknya. Kakak saya pun memastikan apakah benar atau tidak, dan ternyata benar,’’ akunya.
Setelah mertuanya datang, Fita pun mengetok pintu rumah tersebut. Sekitar 20 menit digedor, akhirnya pintu rumah itu buka. Betapa kagetnya Fita ketika mengetahui suaminya sendiri yang membuka pintu tersebut. ’’Yang buka pintu itu suami kakak saya,’’ bebernya.
Fita bersama mertuanya masuk ke dalam rumah dan mencari siapa pemilik rumah atau orang yang bersama suaminya. Nah, di salah satu kamar ditemukan SI. Disitu sempat terjadi cekcok namun tidak sampai terjadi aduk fisik. ’’Kakak saya drop, dan masuk rumah sakit,’’ kata Sus.
Sementara, pihak Polres Kota Bima belum bisa dihubungi. Begitu pula dengan Polda NTB. Kabid Humas Polda NTB AKBP Tri Budi Pangastuti dihubungi via seluler belum bisa tersambung. (anasaramba)

Popular posts from this blog

KAROMBO NIPO, GUA BERSEJARAH YANG TAK TERURUS

Bima . Daerah paling timur Nusa Tenggara Barat. Punya segudang kenangan pada masa penjajahan. Kenangan yang belum bisa dilupakan. Masih terngiang diingatan para pejuang. Salah satunya penjajahan Jepang, atau yang kerap dikenal dengan sebut Nipo (dalam Bahasa Bima). Jepang kali pertama menyandarkan kapal dan masuk Bima 1942. Itu menurut para veteran. Tanggalnya mereka lupa. Yang jelas, tahunnya masih ingat. Romantika-romantika perlawanan juga masih membekas. Dan sulit dilupakan. Bekas-bekas perjuangan mereka belum hilang. Semangat mereka masih terjaga. Sampai sekarang. Dan tidak akan pernah pudar. Karombo Nipo, bukti perjuangan sekaligus bukti betapa kuatnya tangan-tangan pejuang terdahulu. Orang Bima biasa menyebut gua-gua dan bunker. Itu digali pada masa pendudukan Jepang. Karombo Nipo di Bima cukup banyak. Bahkan, hampir setiap wilayah ada Karombo Nipo. Jumlah sekitar ratusan. Ya, ratusan gua. Konon, Karombo Nipo itu sengaja digali. Atas perintah pasukan Jepang. Sebagai l...

Ssst…Jaksa Periksa Mantan Kadis Dikpora Bima

ilustrasi   MATARAM- Penanganan dugaan korupsi di SMAN 1 Bolo, Kabupaten Bima berlanjut. Setelah meminta keterangan guru dan mantan kepala sekolah, giliran mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Bima A. Zubair yang dipanggil Kejati NTB, Senin (10/4). Dia dimintai keterangan seputar pembangunan laboratorium kimia dan Komputer di SMAN 1 Bolo. Karena saat proyek tersebut bergulir, Zubair menjabat sebagai Kadis Dikpora. Mantan Kepala Bakesbanglinmaspol Kabupaten Bima itu datang dengan mengenakan baju batik bercorak dipadu celana kain hitam. Dia menjalani pemeriksaan hingga pukul 12.30 Wita. Usai pemeriksaan, Zubair tidak banyak mengomentari perihal pemeriksaan. Dia hanya membenarkan dirinya dipanggil kejaksaan. ’’Penuhi panggil jaksa saja,’’ ujarnya singkat di Kejati NTB. Diketahui, pembangunan laboratorium tersebut berasal dari kantong APBN 2012. Hanya saja, dalam pembangunan itu ada indikasi yang mengarah pada korupsi. Kini, laporan tersebut te...

Polda Ditantang Selidiki Proyek Dam Sape Rp 6 Miliar