Skip to main content

Diam-Diam Wabup dan Kapolres Bima Ternyata Suka…


Ada cara lain untuk menyapa rakyat. Tak harus dengan cara formal. Tak harus berpakaian dinas, apalagi dengan acara yang megah.Seperti Polres Kabupaten Bima. Mereka punya cara unik untuk menyapa warga. 
 
Dengan motor trail, mereka menyambangi setiap desa yang masuk dalam wilayah hukumnya.Ya, sekarang mereka sudah punya klub motor trail. Namanya Trail Bhayangkara Bima. 
 
Klub itu tidak hanya diisi personel polisi. Mereka membuka diri untuk kalangan umum yang ingin bergabung. Tak ada syarat khusus. Terpenting punya misi bersama untuk membangun Bima yang aman, damai, dan tentram. ’’Klub Trail Bhayangkara dibentuk 5 bulan lalu,’’ kata Kapolres Bima AKBP Bagus S Wibowo. 
 
Klub mereka itu punya agenda rutin. Hampir tiap bulan mereka selalu trabas. Sasarannya, wilayah hukum yang berada di pelosok. Disamping trabas, kegiatan itu dikemas pula untuk melakukan patroli.
 
Cara itu dianggap efektif. Karena mereka bisa menyerap langsung masalah k eamanan di tiap desa. Tak hanya itu, polisi juga dapat menyentuh wilayah-wilayah pelosok terdalam Bima. ’’Kami bisa menyapa dan memantau situasi kamtibmas di seluruh penjuru Bima,’’ terang dia.

Patroli sambil trabas bisa mendekatkan anggota dengan masyarakat. Juga dengan pimpinan. Saat trabas, keakraban sangat terlihat. Pimpinan dan anggota seperti tidak ada jarak.
Bagi, mantan Kasubdit III Tipikor Polda NTB itu, klub itu tak semata-mata untuk kepentingan trabas dan patroli saja. Dia selaku pimpinan mengemas kegiatan trabas untuk membangun komunikasi serta keakraban dengan masyarakat. 

’’Kami serap informasi di masyarakat. Apa saja keluhan berkaitan dengan keamanan di wilayah setempat,’’ terang dia.
 
Ada banyak informasi yang dihimpun. Dia pun bisa mencari cara untuk memecahkan dan menemukan solusi terhadap masalah keamanan di wilayah setempat. Misalkan, kata dia, ada di wilayah tersebut ada gangguan keamanan seperti maraknya pencurian ataupun maraknya peredaran tramadol.
 
’’Kami langsung pecahkan masalahnya dengan menempatkan anggota untuk menyelidiki,’’ terang dia. Untuk mengatasi masalah itu, Bagus tidak hanya mengandalkan anak buahnya saja. Tapi dia juga menjalin kerja sama dengan warga setempat agar masalah-masalah itu dapat diselesaikan. ’’Kami rangkul masyarakat dan mereka juga ikut membantu polisi,’’ bebernya.

Begini Cara Polisi dan Pemda Menyapa Warga

Ada momen spesial yang terlihat dari aktivitas Klub Trail Bhayangkara. Program mereka bertajuk trabas sambil patroli membuat Wakil Bupati Bima H Dahlan Noer terpana. Orang nomor dua di Bima itu ikut trabas bareng klub motor trail binaan Kapolres Bima AKBP Bagus S Wibowo. Dengan pakaian seragam ala pembalap profesional, Wabup terlihat mahir menunggangi motor andalannya. Begitu pula dengan Bagus. 
 

Keduanya memimpin pasukan motor trail menaklukkan jalanan yang masih perawan. Mengitari hutan-hutan yang lama tak disapa. Mengunjungi daerah-daerah, yang jauh dari akses jalan. ’’Pak Wabup juga ikut trabas dengan kami,’’ aku dia.
 
Wabup dikenal memang suka menunggangi motor trail. Bahkan, dia punya jadwal rutin trabas dengan beberapa komunitas lain. ’’Itu bagian dari polisi dan pemerintah menyapa warga,’’ terang dia.
 
Lewat trabas, pemerintah maupun polisi sama-sama menyerap informasi. Pemerintah dengan kewenangannya mengumpulkan keluhan-keluhan masyarakat, yang kemudian ditindaklanjuti.
 
’’Pak Wabup juga menghimpun keluhan dari masyarakat. Apa saja yang diharapkan masyarakat. Misalkan soal jalan atau penataan wisata,’’ terang dia.
 
Rute trabas mereka tak hanya melintas rimbanya hutan. Mereka juga menjelajahi pesona alam Bima. Mereka menyisir tempat-tempat yang menjadi arena wisata.
 
Di situ, pemerintah maupun polisi tidak hanya menghabiskan waktu lelah setelah bersitegang dengan jalan-jalan berlumpur. Mereka juga menyapa para wisatawan domestik maupun mancanegara.
’’Kita coba gali apa yang diharapkan para wisatawan. Rata-rata mereka ingin keamanan, dan kami pun akan memberikan rasa aman bagi mereka,’’ tegasnya.(*)

Popular posts from this blog

KAROMBO NIPO, GUA BERSEJARAH YANG TAK TERURUS

Bima . Daerah paling timur Nusa Tenggara Barat. Punya segudang kenangan pada masa penjajahan. Kenangan yang belum bisa dilupakan. Masih terngiang diingatan para pejuang. Salah satunya penjajahan Jepang, atau yang kerap dikenal dengan sebut Nipo (dalam Bahasa Bima). Jepang kali pertama menyandarkan kapal dan masuk Bima 1942. Itu menurut para veteran. Tanggalnya mereka lupa. Yang jelas, tahunnya masih ingat. Romantika-romantika perlawanan juga masih membekas. Dan sulit dilupakan. Bekas-bekas perjuangan mereka belum hilang. Semangat mereka masih terjaga. Sampai sekarang. Dan tidak akan pernah pudar. Karombo Nipo, bukti perjuangan sekaligus bukti betapa kuatnya tangan-tangan pejuang terdahulu. Orang Bima biasa menyebut gua-gua dan bunker. Itu digali pada masa pendudukan Jepang. Karombo Nipo di Bima cukup banyak. Bahkan, hampir setiap wilayah ada Karombo Nipo. Jumlah sekitar ratusan. Ya, ratusan gua. Konon, Karombo Nipo itu sengaja digali. Atas perintah pasukan Jepang. Sebagai l...

Ssst…Jaksa Periksa Mantan Kadis Dikpora Bima

ilustrasi   MATARAM- Penanganan dugaan korupsi di SMAN 1 Bolo, Kabupaten Bima berlanjut. Setelah meminta keterangan guru dan mantan kepala sekolah, giliran mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Bima A. Zubair yang dipanggil Kejati NTB, Senin (10/4). Dia dimintai keterangan seputar pembangunan laboratorium kimia dan Komputer di SMAN 1 Bolo. Karena saat proyek tersebut bergulir, Zubair menjabat sebagai Kadis Dikpora. Mantan Kepala Bakesbanglinmaspol Kabupaten Bima itu datang dengan mengenakan baju batik bercorak dipadu celana kain hitam. Dia menjalani pemeriksaan hingga pukul 12.30 Wita. Usai pemeriksaan, Zubair tidak banyak mengomentari perihal pemeriksaan. Dia hanya membenarkan dirinya dipanggil kejaksaan. ’’Penuhi panggil jaksa saja,’’ ujarnya singkat di Kejati NTB. Diketahui, pembangunan laboratorium tersebut berasal dari kantong APBN 2012. Hanya saja, dalam pembangunan itu ada indikasi yang mengarah pada korupsi. Kini, laporan tersebut te...

Polda Ditantang Selidiki Proyek Dam Sape Rp 6 Miliar